puisi pramuka

Gontor Tv

Diterbitkan pada Sunday, 15 June 2014 Pukul 22.06

Also tagged with: Indonesian traditional performance, Indonesian culture, traditional culture, art, Indonesian art, Indonesian traditional dance, reog ponorogo, reyog ponorogo, pramuka Gontor, Pondok Modern Darussalam 

Pramuka Smp Negeri 2 Ponorogo: Puisi Pramuka

Diterbitkan pada Saturday, 15 June 2013 Pukul 19.28

puisi pramuka. pramuka di Dadaku. buah karya bchree. Tunas, tunas pramuka. Kuncup mu kian lama kian langkah. Semerbak wangimu jarang ku jumpa. Entah sirna entah tiada. Tertelan sunyi-senyap malam. Pra —- mu 

Essex: Puisi Pramuka

Diterbitkan pada Thursday, 17 April 2014 Pukul 19.57

Anak-anak berseragam pramuka hilir mudik. di lapangan terik sore itu. cengkerama mereka mengilas. ketika seusia mereka. tiada keriput gelisah di dahi. tanda dunia mereka menyahuti. sorak sorai membahana.

Puisi Pramuka

Diterbitkan pada Wednesday, 5 February 2014 Pukul 23.15

Jasanya tak jua kulupa takkan pernah terlupa sebab hamba tak hendak melupa lupa muda lupa berdiri lupa tua lupa pula akan mati nilai juang tak boleh terkikis untung rugi harus di tepis d sini kita merasakan pahit dan manis 

Puisi : Pramuka

Diterbitkan pada Friday, 24 January 2014 Pukul 7.30

pramuka….. Patuh, taat, tapi bukan membabi buta Semuanya berpedoman Semuanya beraturan Sebab bukan kecil yang akan dipikulnya Bukan ringan bebannya Tetapi….. Tanah Air, Bangsa, Pandangan hidup dan 

Goresan Pena: Puisi Pramuka

Diterbitkan pada Monday, 26 August 2013 Pukul 18.39

puisi pramuka. Bangkitlah Generasi Bangsa. Karya : Warti Irianto. Salam pramuka. Wahai generasi bangsa. Bangkitlkan semangat patriotismemu. Berpartisipasi untuk negaramu. Agar lebih maju. Praja Muda Karana. Dengan 

.: Puisi-puisi Pramuka

Diterbitkan pada Tuesday, 18 December 2007 Pukul 10.31

KETEGARAN pramuka Di balik mata yang sendu terdapat semangat yang menggebu. Kau begitu tegar dengan keadaan. Hujan turun yang bernada sumbang. Semilir angin yang merubah suasana. Panas yang 

Puisi Pramuka

Diterbitkan pada Saturday, 2 February 2013 Pukul 12.09

puisi Artikel said Engkau bagaikan cahaya. Yang menerangi jiwa. Dari segala gelap dunia. Engkau adalah setetes embun. Yang menyejukan hati. Hati yang ditikam kebodohan. Sungguh mulia tugasmu Guru Tugas yang 

Cari Iklan:

- Halaman ini diberdayakan oleh Google dan Bing! -

X