tetek ibu guru

Petirtaan/ Candi Belahan/ Sumber Tetek (gempol/ Pasuruan)

Diterbitkan pada Thursday, 3 May 2012 Pukul 8.22

Petirtaan/ Candi Belahan/ Sumber tetek (Gempol/ Pasuruan); Menyusu pada ibu Dewi Lakhsmi Tujuan ke Candi Jedong dan Jolotundo berbelok ke Petirtaan/ Candi Belahan/ Sumber tetek, aiiihhh *berbinar*. . kawan-kawan yang baru kenal langsung bagaikan kawan lama, sedangkan ex guru SMAku bisa jadi bagaikan kawan, karena jadi serasa semua balik ke jaman kanan-kanak, main air, bergurau, bercanda, saling menggoda, berfoto, aih.. hangat, disela 

Sekedar Intermezo: Intermezo Versi Heru Emka

Diterbitkan pada Sunday, 18 September 2011 Pukul 15.00

tetek bu guru.” DIPOMPA ANGINNYA. Roni kecil, yang baru berumur enam tahun, berjalan ke dapur menghampiri mamanya, yang sedang membuat sarapan, lalu berkata,” Mama, kemarin Roni melihat mama sedang 

Antara Ibu Dan Ibu Guru

Diterbitkan pada Saturday, 21 February 2009 Pukul 16.08

Bayangkan, faktanya dalam satu waktu saya harus mengurus 5 anak dan juga kebutuhan suami sekaligus, belum lagi tetek-bengek tentang 'rumah' dan seisinya, walaupun saya di rumah juga dibantu oleh seorang 'asisten', 

Aziz Thaba Menulis: Tetek (cerpen)

Diterbitkan pada Tuesday, 20 May 2014 Pukul 0.42

Hanya bu guru yang menghampiri inun sembari memutar kuping anak-anak yang bercanda pahit padanya. Ini tentang tetek, tetek yang belum juga tumbuh dan menampakkan putingnya. tetek yang menjadi santapan teman 

Blogger

Diterbitkan pada Tuesday, 19 March 2013 Pukul 2.05

Content Warning. Some readers of this blog have contacted Google because they believe this blog's content is objectionable. In general, Google does not review nor do we endorse the content of this or any blog. For more information about 

Catatan Ibu Guru / The Teacher's Diary: Darah & Daging...

Diterbitkan pada Wednesday, 30 November 2011 Pukul 10.55

“Ke, ibu … semalem sms jam 11 minta besok pagi di jemput” begitu isi sms dari seorang anggota pengurus yang mengurusi segala tetek bengek mengenai pembicara (pengkhotbah) di gereja ini, tempat di mana saya 

Cecak Dan Empat "tetek" : Catatan Kearifan Budaya Lokal

Diterbitkan pada Friday, 18 January 2013 Pukul 20.42

“Membunuh seekor cecak, sama artinya membunuh sekian orang kafir”, demikian doktrin bodoh yang saya terima waktu dulu, sebelum saya akil baligh, sebelum memiliki kemampuan untuk membantah guru-guru mengaji saya. . ibu genetic dan ibu budaya. Intinya, sejauh-jauh cecak merantau, jangan lupa pada kampong halaman mereka, ataupun pada ibu mereka”, terangnya pada saya yang terngaga kembali. “lalu, kok harus empat jumlah tetek itu, ompung”, 

Tetek Ibu Di Angkot

Diterbitkan pada Monday, 14 August 2006 Pukul 12.39

Menyaksikan seorang ibu yang mengeluarkan teteknya untuk menyusui si bayi di tempat umum mungkin perilaku yang masih jamak terjadi di lingkungan kita, di angkot, di terminal, di mall, di kantor, dll. Perilaku ini tidaklah 

Cari Iklan:

- Halaman ini diberdayakan oleh Google dan Bing! -

X