What's New?

cara kumpulan puisi putu wijaya

Puisi

Diterbitkan pada Wednesday, 1 February 2012 Pukul 14.44

Sama halnya dengan puisi ini, karya Putu Wijaya. Saya membacanya secara tidak sengaja, saat itu ada teman yang menitipkan sebuah buku kumpulan puisi miliknya (sayangnya saya lupa judul buku itu). Saya buka-buka lembarannya, membaca sepintas, dan mata saya tersangkut pada lembaran Tak mungkin,. memiliki dengan cara memberikan sebuah penjara dengan dinding besi. Kau hanya akan melihat sinar matahari. tak bisa menyentuh apa yang terjadi.

Gemi Mohawk Sang Pengkhianat (dalam Kumpulan Puisi...

Diterbitkan pada Saturday, 2 November 2013 Pukul 8.30

Sebuah kumpulan puisi dengan prolog yang ditulis Putu Wijaya dan epilog yang ditulis Damhuri Muhammad, istimewa tampaknya sekelas Putu Wijaya dan Damhuri Muhammad mampu meluangkan waktu untuk memberi pembuka dan penutup sebuah Ternyata inilah cara puisi yang di tulis Gemi Mohawk untuk menangkap gejala sosial bangsa yang sudah mulai mengutamakan bahasa internasional dari pada bahasa nasional dalam kumpulan puisinya. Setelah 

Bom

Diterbitkan pada Monday, 20 July 2009 Pukul 15.48

“Keadilan dan kebenaran mereka yang dilupakan!” “Dengan cara menempuh jalan yang tidak adil dan tidak benar?” “Bukan jalannya yang harus dinilai, tapi tujuannya Pak Amat!” “Itu namanya menghalalkan segala cara!”.

Kumpulan Puisi Putu Wijaya

Diterbitkan pada Wednesday, 25 August 2010 Pukul 18.30

I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944; umur 66 tahun) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah bungsu dari lima bersaudara seayah maupun dari tiga bersaudara seibu. Ia tinggal di 

Merdeka

Diterbitkan pada Saturday, 26 January 2013 Pukul 22.00

MERDEKA ~ karya Putu Wijaya, Blog Sastra INDONESIA. Uang adalah dewa yang paling tinggi yang ingin dimiliki oleh semua orang dengan segala macam cara. Termasuk menipu, menindas, membunuh, juga 

Sastra Indonesia: Puisi Putu Wijaya

Diterbitkan pada Monday, 31 October 2011 Pukul 14.47

PUISI PUTU WIJAYA. RAKSASA. Di dalam mimpiku ada raksasa. Taringnya sebesar pohon kelapa. Kepalanya gundul sekeras baja. Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat. Hai anak kecil kamu tak usah rajin. Buang buku ayo main di 

Putu Wijaya Di Arena Sbsb

Diterbitkan pada Thursday, 15 May 2014 Pukul 13.57

Putu Wijaya di Arena SBSB. Filed under: Esai Sastra — jamaldrahman @ 05:00. Oleh Jamal D. Rahman. SMP Negeri 2 Cimahi, Bandung, 26 Juni 2013. Di arena Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) ini Putu Wijaya baca cerpen. Dia naik ke Kami lebih menyadari bahwa SBSB adalah salah satu cara untuk lebih mendekatkan siswa dengan karya sastra dan sebaliknya, yang akan merangsang mereka untuk membaca dan menulis karya sastra itu sendiri.

Pahlawan

Diterbitkan pada Wednesday, 27 August 2008 Pukul 7.11

Pahlawan. Posted on 27 Agustus 2008 by Putu Wijaya | 8 Komentar. Seorang “Jadilah pahlawan tetapi tidak dengar cara seperti yang mereka mau. Jadilah Dengan marah kamu masih menjadi pahlawan dengan cara yang mereka mau!”.

- Halaman ini diberdayakan oleh Google, Bing!, dan Blekko -