jpnn.com, PADANG - Tim dari Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap praktik penjualan obat keras daftar G di Apotek IF, Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Padang. Diketahui, .
Pengedar obat aborsi inisial LS (32) ditangkap di Kendari saat asyik main judi pada Senin (25/5/2026) dini hari. LS mematok harga obat sebesar Rp 200.000, perbutirnya. Sehingga keuntungan satu papan Polisi menunjukkan barang bukti kasus penjualan obat ilegal yang digunakan untuk praktik aborsi di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Senin (4/12/2023). (ANTARA/Rubby Jovan) Kota Bandung (ANTARA) - .
BANDUNG - Dua pria berinisial SM dan RI ditangkap jajaran Polresta Bandung. Keduanya terbukti mengedarkan obat keras tanpa resep dokter yang digunakan untuk menggugurkan kandungan. Satu pelaku yakni Praktik aborsi online ini dilakukan dokter gadungan, Dede. Para korbannya dipandu via online, mulai dari konsultasi, sampai aborsi, hingga pasca-persalinan. Korban dokter gadungan Dede bahkan mencapai .
JawaPos.com–Kepolisian Resor Kota Besar Bandung membongkar penjualan obat ilegal untuk praktik aborsi. Polisi mengamankan dua orang tersangka. Kapolresta Bandung Kombespol Kusworo Wibowo mengatakan, .
Obat aborsi dijual bebas online digaransi berhasil 100 persen tanpa harus menggunakan resep tinggal transfer uangnya sesuai dengan paket aborsi SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tewasnya mahasiswa Universitas .
BANDUNG - Polresta Bandung menangkap dua pria berinisial SM dan RI karena melakukan praktik aborsi ilegal melalui media sosial (medsos). Satu tersangka yakni SM mengaku sebagai dokter. Dalam Ilustrasi obat - Obat yang digunakan pelaku aborsi di Bandung dianggap berbahaya oleh IDI. Obat tersebut bukan untuk menggugurkan kandungan melainkan untuk pendarahan. TRIBUNNEWS.COM - Pria di Bandung .
Polisi menangkap pria berinisial RR (28) dan wanita berinisial DKZ (23) terkait kasus aborsi janin. Pasangan selingkuh tersebut mendapatkan obat aborsi dari toko online. "Mereka berdua mencari obat .
SRIPOKU. COM, PALEMBANG --Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang Dr dr H Zulkhair Ali mengungkapkan, jika penggunaan obat-obatan yang terbilang dosis tinggi haruslah dengan rekomendasi dokter..
- Halaman ini diberdayakan oleh Google dan Bing! -