What's New?

nilai nilai yang terkandung dalam hikayat merong

Falsafah Hidup Dalam Hikayat Merong Mahawangsa

Diterbitkan pada Thursday, 24 April 2014 Pukul 10.19

Menurut Yayasan Karyawan (2000:4), yang dimaksudkan dengan karya ulung ialah karya yang berjaya meninggalkan kesan seni, ilmu, falsafah dan nilai budaya dan sosial yang kekal dalam kesedaran atau psyche dan 

Nilai-nilai Sejarah Dalam Teks Sejarah Melayu, Hikayat...

Diterbitkan pada Tuesday, 24 February 2015 Pukul 10.56

Nilai-nilai Sejarah dalam Teks Sejarah Melayu, Hikayat Merong Mahawangsa dan Hikayat Raja-raja Pasai. Dalam Sejarah Melayu atau Sulalatus Salatin dengan Hikayat Raja-Raja Pasai mempunyai nilai-nilai sejarah dari 

Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya: Makalah Filologi...

Diterbitkan pada Monday, 28 April 2014 Pukul 15.42

Belanda, bertujuan untuk mengungkap informasi masa lampau yang terkandung dalam bahan tertulis peninggalan masa lalu dengan harapan adanya nilai-nilai atau hasil budaya masa lampau yang diperlukan dalam kehidupan masa kini. Pada periode mutakhir mulai dirintis telaah naskah-naskah Nusantara dengan analisis berdasarkan ilmu sastra (Barat), misalnya analisis struktur dan minat terhadap naskah Hikayat Sri Rama dikerjakan oleh Achadiati Ikran 

Suntingan Teks Naskah Hikayat Merong Mahawangsa (suatu...

Diterbitkan pada Sunday, 2 October 2011 Pukul 7.32

Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek Manuskrip Hikayat Merong Mahawangsa berhubungan erat dengan keberadaan negeri Kedah karena dalam hikayat tersebut dituliskan sejarah tentang berdirinya Kesultanan Melayu Kedah. Data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Hikayat Merong 

Vaseline95

Diterbitkan pada Sunday, 22 December 2013 Pukul 4.22

Anggapan adanya nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan tulisan masa lampau yang dipandang masih relevan dengan kehidupan masa sekarang. 3. Kondisi . Suntingan berdasarkan filologi tradisional ini antara lain Het Boek der Duizend Vragen oleh G.F Pijper (1924) berdasarkan naskah Hikayat Seribu Masalah, Shair Ken Tambuhan oleh Teeuw (1966), Hikayat Merong Mahawangsa oleh Siti Hawa Saleh (1970), Arjunawijaya oleh S. Supomo (1977), 

Teori Dasar Filologi

Diterbitkan pada Tuesday, 14 October 2014 Pukul 21.15

sejak abad ke-14 M. Contoh dari naskah melayu tersebuttertua adalah naskah Tanjung Tanah, Sejarah Melayu, Hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat Merong Mahawangsa, Hikayat Aceh, Hikayat Negri Johor, Sejarah raja-raja Riau, Naskah yang berisi teks dalam kajian filologi memiliki nilai yang berharga, karena dengan hal itu kita bisa mengetahui kehidupan di masa lampau beserta segala aspek yang terkandung didalamnya seperti, sistem sosial, budaya, 

Cabik Lunik: [teraju] Mitos Tanah Melayu

Diterbitkan pada Wednesday, 2 November 2011 Pukul 19.22

Saat menunaikan ibadah haji bersama rekan-rekan wartawan dari berbagai negara, Republika beberapa kali mendengar istilah Tanah Melayu dalam perdebatan dengan rekan dari Malaysia. Semula tidak ada Hikayat Merong Mahawangsa, yang ditulis abad ke-17 dan 18, tidak mencantumkan istilah itu. Demikian pula . Namun, mereka beralih ke budi daya nilai, tebu, gambir, dan rempah-rempah. . Di dalam tarian tradisional terkandung nilai-nilai Puisi dan 

Manuskrip Hikayat Merong Mahawangsa

Diterbitkan pada Thursday, 9 July 2009 Pukul 19.15

Manuskrip Hikayat Merong Mahawangsa berhubungan erat dengan keberadaan negeri Kedah karena dalam hikayat tersebut dituliskan sejarah tentang berdirinya Kesultanan Melayu Kedah. Data dari berbagai sumber menyebutkan Terlebih lagi, nuansa fiksi di dalamnya mengaburkan nilai sejarah sehingga dianggap sebagai karya yang “campur aduk”. Salleh (1998) mengatakan bahwa Nilai-nilai yang Terkandung di Dalamnya. Pada hakekatnya, Hikayat 

- Halaman ini diberdayakan oleh Google, Bing!, dan Blekko -