What's New?

Cerpen Air Mata Pahlawan

Yurin Dirgantara5: Cerpen (air Mata Pahlawan)

Diterbitkan pada Thursday, 23 January 2014 Pukul 11.35

Cerpen ( Air Mata Pahlawan) Matahari berjalan pelan dari timur menuju barat, sama seperti kemarin, namun tak sedikit hal yang beda dari masa laluku. Panasnya terik mentari, pekatnya udara, begitu pun benda yang sering 

Panggil Aku Pahlawan Penghianat

Diterbitkan pada Monday, 9 February 2015 Pukul 15.32

Tetesan air mata dari sejuta pasang mata terus mengalir. Ia tak bisa terbendung sebagaimana luapan lumpur Lapindo Brantas di Jawa Timur. Berapa gulung tisu dan kain harus menyeka derai air mata kaum kerabat, tetapi ia tak sanggup 

Bidadari & Pahlawan Pendusta (cerpen)

Diterbitkan pada Wednesday, 17 April 2013 Pukul 12.44

air mata mulai menetes dari wajah yang tertunduk, dialah wanita semalam yang hujat oleh lelaki yang sebelumnya bersumpah akan menjaganya. " ibu kenapa menangis ?" meraih mencium tangannya. wanita itu kini 

Feibook: Cerpen : Membuat Airmata Menitik : Dia Adik...

Diterbitkan pada Saturday, 14 January 2012 Pukul 21.18

Cerpen : Membuat airmata menitik : Dia adik sekaligus pahlawan ku. Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke 

Cerpen: Tepi Makam Pahlawan

Diterbitkan pada Thursday, 3 December 2009 Pukul 8.10

Mereka bilang Bapak Pahlawan”. Kali ini tangis Hasan lebih kencang. Deraian air mata ibu dan anak saling bertaut dihadapan makam terbentang bisu. “Bisakah Bapak Hasan dikubur disini, Mak?,”. Ratih hanya menangis 

Spend My Free Time: Cerpen Pahlawan

Diterbitkan pada Tuesday, 17 February 2015 Pukul 20.06

CERPEN PAHLAWAN. PAHLAWAN. Suasana kelas yang tadinya riuh kini terdiam. Aku yang sedang mengobrol asyik dengan teman sebangku-ku, Emil, tentang teori evolusi Charles Darwin―Tapi dengan versi Tania yang berubah . Pahlawan panutan”. Tepuk tangan menjadi backsound akhir puisiku. Ayah berdiri tegak, dengan bangga mengacungkan kedua jempolnya. Air mata mengalir membasahi pipi bulatku. Aku tersenyum haru. Ibu, kau juga lihat,kan?

Cerpen: Mendung Di Kota Pahlawan

Diterbitkan pada Thursday, 10 January 2013 Pukul 1.12

Air mata yang jarang keluar dari kelopak matanya, hari itu mengalir deras tiada kuasa dia bendung. Kata-kata Ibunya meruntuhkan sekat yang menghalanginya untuk menangis. "Kim mungkin kamu kaget melihat keadaan 

Air Mata Pahlawan

Diterbitkan pada Saturday, 9 November 2013 Pukul 11.15

Pada suatu hari aku dan keluarga besarku sedang berlibur. Saat itu aku usul kepada keluargaku untuk mengunjungi taman makam pahlawan karena aku belum pernah kesana dan merasa penasaran. Setelah perpikir 

- Halaman ini diberdayakan oleh Google, Bing!, dan Blekko -